MAU KREDIT GAK REPOT ? BISA TANPA SURVEY JAMINAN BISA PUNYA MOBIL BARU.... AKBAR ASTRA Solusinya HP&WhatsApp 0853.1990.4495 Esia 021.966.40044 Pin BB 748C26A6

Kamis, 17 April 2014

DAIHATSU ALL NEW XENIA RAIH BINTANG 4 DARI ASEAN NCAP

Menarik untuk menyimak laporan berita dari http://paultan.org tentang Crash Test ASEAN NCAP yang baru saja dirilis tanggal 29 Agustus 2013 ini pada sebelas kendaraan baru yang beredar, dimana Daihatsu Xenia juga turut diuji dalam crash test ini.
ASEAN NCAP apasih.?



Ok, sebelum lebih jauh, sekilas kita perlu tahu ASEAN NCAP itu apa. Dari situs wikipedia dijelaskan bahwa ASEAN NCAP adalah program pemeringkat (rating) keselamatan mobil yang dibentuk oleh  Malaysian Institute of Road Safety Research (MIROS) dan Global New Car Assessment Program (Global NCAP).Test dilakukan dengan cara Frontal Offset Crash Test (Tabrakan frontal) pada kecepatan 64 km/jam menabrak crushible aluminium hingga mobil berhenti.Rating terendah adalah nol dan rating tertinggi adalah bintang 5.


Berikut Video Daihatsu Xenia ASEAN NCAP Crash test yang didapat dari youtube. 






Peringkat bintang 4 terbilang bagus mengingat peringkat bintang optimal yaitu lima (5). 8 dari 11 mobil itu dites di lab MIROS PC3 di Taman Kajang Sentral, Malaka. 8 mobil itu yaitu Suzuki Swift, Mitsubishi Mirage, Mazda2 sedan, Daihatsu Xenia, Toyota Avanza, Perodua Alza, Honda Civic serta Nissan Almera. Sesaat Pajero Sport, Toyota Prius, serta Subaru XV, diuji tabrak di Japan Automobile Research Institute (JARI) lab Tsukuba Jepang.

APA ITU VVT-i PADA DAIHATSU XENIA

Tidak ada salahnya bagi kita sebagai pengguna mengenal sedikit tentang mesin yang kita gunakan dalam berkendara, dimana sejak peluncuran Xenia generasi kedua ditahun 2006 sudah mengadopsi teknologi VVT-i. Nah apa itu VVT-i, mari kita simak bersama yang saya olah dari berbagai sumber


Mesin VVT-i

Mesin berteknologi VVT-i (Variable Valve Timing with intelligence) adalah mesin berteknologi variable valve timing yang dikembangkan oleh Toyota. VVT-i menggantikan teknologi VVT Toyota yang sudah mulai diterapkan tahun 1991. Mesin yang sudah VVT-i diklaim membuat mesin semakin efisien dan bertenaga, ramah lingkungan serta hemat bahan bakar.

Dasar dari VVT-i adalah mengoptimalkan torsi mesin pada setiap kecepatan dan kondisi pengemudian yang membuat konsumsi BBM menjadi lebih efisien dan menurunka tingkat emisi bahan bakar serendah mungkin. Bagaimana cara kerjanya? Cara kerjanya cukup sederhana. Untuk menghitung waktu buka tutup katup (valve timing) yang optimal, ECU (Electronic Control Unit) menyesuaikan dengan kecepatan mesin, volume udara masuk, posisi throttle (akselerator) dan temperatur air. Agar target valve timing selalu tercapai, sensor posisi chamshaft atau crankshaft memberikan sinyal sebagai respon koreksi. Bahasa sederhananya sistem VVT-i akan terus mengoreksi valve timing atau jalur keluar masuk bahan bakar dan udara. Disesuaikan dengan pijakan pedal gas dan beban yang ditanggung demi menghasilkan torsi optimal di setiap putaran dan beban mesin.

Adopsi teknologi VVT-i ke mesin mobil juga memberikan kelebihan minimnya biaya pemeliharaan yang harus ditanggung. Sebab tune-up seperti setel klep dan lain sebagainya tidak diperlukan lagi. Namun demikian, sebaiknya tetap lakukan service berkala, hindari sembarangan bengkel, dan gunakan oli mesin dengan grade yang dibutuhkan sesuai dengan manual yang dikeluarkan pihak pabrikan mobil. Memilih sembarang bengkel untuk mobil ini menjadi pantangan, pasalnya mesin ini memerlukan komputer diagnosa khusus yang hanya tersedia dibengkel resminya.

Mungkin lebih mudah bila melihat ilustrasi video berikut yang didapat dari youtube.com


Teknik Mengendarai Xenia dengan teknologi VVT-i

Mengendarai mobil bermesin VVT-i dengan benar dapat menghemat penggunaan bahan bakar sampai 30% dibanding mesin konvensional. Namun, mengendarai secara asal menghasilkan pemborosan sampai 20% dibanding mesin konvensional. Dibanding mesin konvensional, mesin VVT-i menghasilkan torsi yang besar pada putaran mesin rendah dan tenaga kuda (horsepower) yang berlimpah padan putaran mesin tinggi. Nah berikut ini adalah tips mengendarai mesin VVT-i

Pertama, pelajari karakteristik mesin VVT-i. Biasanya timing akan berubah antara putaran rendah dan putaran cepat pada 3000 rpm. Ini dapat dirasakan biasanya akselerasi lebih cepat setelah melewati rpm tersebut.

Kedua, kemudian cek pada putaran mesin berapa kendaraan bisa bergerak (jalan rata dan datar). Ini adalah rpm terendah dimana VVT-i menghasilkan 90% torsi , biasanya 2000 rpm.

Ketiga, kemudian anda perlu mengganti kebiasaan berkendara anda. Pindah gigi sesaat sebelum terjadi perubahan timing, misal di 3000 rpm terjadi perubahan timing maka, pindah gigi saat 2950 rpm.


Ref:
http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_VVT-i
http://www.sonylin.net/car/driving_vvti_engine.php

Selasa, 04 Februari 2014

Daihatsu Ekspor LCGC Wigo Ke Filipina


KARAWANG - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sebagai produsen dari Low Cost Green Car (LCGC) Daihatsu Ayla dan Toyota Agya, hari ini melakukan ekspor perdana LCGC berbasis Agya ke Filipina dengan nama Wigo.

"Diproduksi di pabrik Daihatsu, pada 2014 ini 6.000 unit LCGC dengan basis model Agya di ekspor ke Filipina," ujar Presiden Direktur ADM, Sudirman MR saat ditemui di acara ekspor perdana LCGC ke Filipina, Karawang, Senin (3/2).

Sudirman menambahkan, dilakukannya ekspor LCGC ke Filipina membuktikan bahwa produk ADM adalah produk yang memenuhi standar kualitas global dan diterima di pasar internasional. "Ekspor ini membuktikan bahwa program pemerintah terkait LCGC telah berjalan baik dan sesuai rencana baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor," tambah Sudirman.

Perwakilan dari Daihatsu Motor Company (DMC), Limited Tatsuya Keneko mengatakan kalau mulanya berkat kuatnya permintaan pasar domestik di Filipina dan direalisasikan setelah melakukan analisa pasar, daya saing harga dan lain sebagainya.

"Kami sangat bangga bahwa ADM dapat berkontribusi pada ekspor perdana mobil LCGC berbasis Agya ini dimana merek Toyota di Filipina telah menjadi nomor 1 dalam periode yang lama," papar Keneko dalam acara Low Cost Green Car Export to Philippines di Karawang, Senin (3/2/2014).

Keneko juga berharap kalau dimulainya ekspor LCGC ini akan memberikan kontribusi pada pengembangan industri otomotif dan promosi ekspor dari Indonesia.

Sementara itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat menambahkan dengan dilakukannya ekspor produk LCGC ini ke Filipina membuktikan kalau kualitas kendaraan yang diproduksi oleh ADM terbukti dipercaya oleh pasar internasional.

"Saya mengimbau kepada ADM agar terus meningkatkan kualitas produknya dan terus memberikan kontribusi dan membantu mengembangkan ekonomi Indonesia khususnya di bidang ekspor kendaraan bermotor," tuntasnya.

Menteri Perindustrian MS Hidayat juga mengatakan hal serupa. Menurut dia, adanya penetrasi ke Filipina menunjukkan kendaaan bermotor produksi Indonesia memiliki kualitas yang dapat diandalkan sehingga mampu direspon dengan baik di dalam maupun lua negeri.

"Peresmian ekspor perdana KBH2 merupakan pencapaian membanggakan tidak saja bagi perusahaan dan juga pemerintah Indonesia," ujar Hidayat. (b1)

sumber : beri****tu.com